Cilacap, Minggu (03/08/2025) – Suasana sore di Desa Glempang Pasir, Kecamatan Adipala, terasa berbeda dari biasanya. Puluhan orang tua dan tokoh masyarakat berkumpul penuh antusias di balai desa untuk mengikuti kegiatan Parenting Pola Pengasuhan Anak di Era Digital yang digagas oleh mahasiswa KKN.DR Kelompok I Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) Cilacap.
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB ini diselenggarakan di bawah bimbingan Bapak Abdullah Ridlo, S.Hum., M.A. dengan mengangkat tema “Perubahan Signifikan dalam Cara Anak-Anak Berinteraksi dengan Dunia”.
Membuka Cakrawala Baru
Kegiatan parenting ini bukan sekadar seminar, melainkan wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bertindak sebagai narasumber utama, Bapak Alvan Hazhari, S.Pd., M.Pd., menyajikan materi dengan bahasa yang renyah, penuh wawasan, dan membumi. Beliau mengajak peserta melihat dunia digital dari dua sisi: sebagai sumber belajar yang luar biasa sekaligus sebagai tantangan serius yang memerlukan pendampingan bijak dari orang tua.
“Orang tua jangan lagi menjadi polisi gawai, tapi jadilah navigator digital yang mampu membimbing anak menggunakan teknologi dengan tepat,” tegas Bapak Alvan.
Gambar penyerahan buku dari narasumber Bapak Alvan Hazhari, S.Pd., M.Pd.
Tiga Pilar Pengasuhan Digital
Dalam pemaparannya, beliau menekankan tiga pilar utama pola asuh di era digital:
Komunikasi sebagai Kunci – Membuka ruang percakapan santai tentang gawai dan dunia digital tanpa menghakimi.
Aturan yang Jelas – Menetapkan batasan waktu dan konten sebagai bentuk perlindungan, bukan hukuman.
Teladan yang Kuat – Menjadi contoh nyata dalam menggunakan teknologi secara bijak.
Diskusi Interaktif dan Solusi Praktis
Sesi tanya jawab menjadi momen paling hidup. Beragam pertanyaan kritis muncul, mulai dari cara membatasi screen time tanpa memicu konflik hingga strategi melindungi anak dari konten negatif. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Bagaimana agar anak tidak kecanduan game?” hingga “Apakah semua aplikasi media sosial itu berbahaya?” dijawab dengan lugas dan penuh solusi praktis yang mudah diterapkan orang tua.
Jejak Digital, Jejak Pengasuhan
Di akhir acara, wajah para peserta tampak sumringah. Mereka pulang membawa bekal ilmu baru, pemahaman lebih dalam tentang risiko dan manfaat teknologi, serta strategi nyata dalam mendampingi anak.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat, meski sederhana, mampu menyalakan api perubahan. Desa Glempang Pasir kini memiliki jejak inspiratif dalam upaya mencetak generasi yang tangguh, cerdas, dan bijak menghadapi era digital.
Jl. Dukuh RT.03 RW.03 Dusun Buaran Maoslor kecamatan maos Cilacap Jawa Tengah. Nama MASJID AL-WUSTHO yang beralamat di Jl. Dukuh RT.03 RW.03 Dusun Buaran Kec. Maos Kab. Cilacap adalah nama awal berdirinya masjid sebelum dinamakan Masjid Al-Hidayah. Masjid berdiri kurang lebih tahun 1960 dengan imam K. Chamami.
Luas Area
391 m2
Luas Bangunan
50 m2
Status Lokasi
Wakaf
Tahun Berdiri
1960
Selamat datang di Masjid Al Hidayah Maos CilacapMAMUSDAKunjungi Kami